MENDIRIKAN KONSTRUKSI BANGUNAN KAYU

 Secara garis besar bangunan gedung dibagi menjadi dua bagian, yaitu konstruksi bangunan bawah dan bangunan atas. Konstruksi bangunan bawah yaitu bangunan yang berada di bawah tanah, khususnya pondasi. Tetapi, konstruksi bangunan atas yaitu semua bagian bangunan yang berada di atas tanah. Khusus untuk konstruksi bangunan kayu, semua konstruksi bangunan bagian atasnya terbuat dari kayu. Akan tetapu, sedang bangunan bawah khususnya pondasi terbuat dari pasangan batu kali yang dikombinasi dengan beton sloof.

Dalam mendirikan konstruksi bangunan kayu yang kuat dan kokoh harus diawali dengan pembuatan pondasi yang kokoh pula. Secara umum, pendirian bangunan kayu diawali dengan penyetelan kuda-kuda, pemasangan tiang, pemasangan kerangka dinding, jurai, blandar, gording, usuk, lisplank, papan riter, reng, penutup atap (genting). kemudia diakhiri dengan pemasangan genting bubungan.

Langkah Kerja :

  1. Siapkan semua bahan dan peralatan yang akan digunakan.
  2. Rangkailah konstruksi kuda-kuda penuh dengan sebaik-baiknya, semua sambungan diperkuat dengan nagel.
  3. Sambunganlah kuda-kuda kayu tersebut dengan tiang kayu yang diperkuat dengan nagel pula.
  4. Dirikan rangkaian kuda-kuda kayu dengan tiang kayu tersebut di atas pondasi yang telah dibuat sebelumnya. Setel setegak mungkin dengan cara dikontrol memakai unting-unting dan perkuatlah kedudukan posisinya memakai skor-skor atau bambu.
  5. Setel dua buah setengah kuda-kuda lainnya, perkuat semua sambungannya memakai nagel.
  6. Pasanglah masing-masing setengah kuda-kuda tiang kayu yang diperkuat dengan nagel pula.
  7. Dirikan kedua setengah kuda-kuda tersebut menempel pada kuda-kuda penuh. Perkuat pertemuan setengah kuda-kuda dengan kuda-kuda penuh memakai baut berdiameter 12 mm.
  8. Kontrol ketegak-lurusan tiang memakai unting-unting dan perkokoh kedudukan semua tiang kayu dengan cara dipasang skor-skor penyokong memakai bambu atau kayu.
  9. Pasanglah empat tiang penahan jurai dan perkuat dengan balok induk lantai dan balok kerangka dinding kayu bagian atas.
  10. Pasanglah ke empat jurai dan perkuat sambungannay dengan memakai paku.
  11. pasanglah semua gording yang ujung-ujungnya diperkuat dengan cara dipaku.
  12. Pasanglah papan riter di atas semua gording selurus mungkin dengan cara dibantu dengan tarikan benang.
  13. Pasanglah semua usuk dengan jarak 40 cm antara satu dan lainnya. Perkuatan pertemuan usuk dengan gording dan jurai dilakukan dengan cara dipaku.
  14. Pasanglah reng dengan jarak sesuai dengan panjang genting yang akan dipasang. Perkuat kedudukannya dengan cara dipaku pada usuk-usuk yang berada di bawahnya. Reng paling bawah posisinya dibuat miring yang berbeda dengan yang di atasnya.
  15. Ukurlah panjang tritisan yaitu 0,80 cm; dan potonglah semua gording dan usuk yang berada di luar jarak tersebut. Bantulah kelurusannya dengan menarik benang.
  16. Pasanglah genting sebagai penutup atap serapi mungkin (lurus arah ke bawah dan ke samping). Genting-genting yang berada di atas jurai dipotong seperlunya menggunakan kakak tua atau alat lainnya.
  17. Pasanglah genting bubungan dengan menggunakan campuran 1 semen : 10 pasir yang dicampur dengan pecahan genting untuk menjaga penyusutan pasangan.
  18. Pasanglah papan lisplank pada ujung usuk-usuk yang telah dipotong sebelumnya.
  19. Rapikan lingkungan pekerjaan dari kotoran dan benda-benda lain yang tidak berguna seperti kondisi semula.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s